<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Web &#187; CSS</title>
	<atom:link href="http://majalahweb.com/tag/css/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahweb.com</link>
	<description>Majalah tentang Web dalam format Web</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 12:47:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Menggunakan pattern sebagai background website</title>
		<link>http://majalahweb.com/2011/12/menggunakan-pattern-sebagai-background-website/</link>
		<comments>http://majalahweb.com/2011/12/menggunakan-pattern-sebagai-background-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 10:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audee Mirza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahweb.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak cara untuk membuat tampilan sebuah website menarik. Bisa dengan menambahkan illustrasi, menggunakan font yang unik, menggunakan komposisi warna berbeda dengan yang lain, dan lain sebagainya. Satu cara yang lainnya adalah dengan menggunakan pattern. Menggunakan pattern terutama yang bermotif lembut dan transparan sebagai background (latar belakang) suatu website saat ini juga sedang menjadi trend [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak cara untuk membuat tampilan sebuah website menarik. Bisa dengan menambahkan illustrasi, menggunakan font yang unik, menggunakan komposisi warna berbeda dengan yang lain, dan lain sebagainya. Satu cara yang lainnya adalah dengan menggunakan pattern. Menggunakan pattern terutama yang bermotif lembut dan transparan sebagai background (latar belakang) suatu website saat ini juga sedang menjadi trend dan hari ini kita akan membahas sedikit tentang penggunaan pattern untuk mempercantik tampilan website.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 509px"><img title="Pattern sebagai background website" src="http://majalahweb.com/demo/pattern_demo/post-thumbnail.png" alt="Pattern sebagai background website" width="499" height="200" /><p class="wp-caption-text">Pattern sebagai background website</p></div>
<h3>Apa saja yang perlu disiapkan?</h3>
<h4>Digital Pattern</h4>
<p>Pertama-tama tentu saja Anda harus menyiapkan pattern. Ada beberapa website yang menyediakan pattern gratis. Anda bisa mengunjungi artikel berikut:</p>
<ul>
<li><a href="http://bit.ly/u7NfJp" target="_blank">Subtle Seamless Patterns &#8211; Part 1 : Free Geometric Pattern</a></li>
<li><a href="http://masyhury.web.id/2011/12/25-situs-penyedia-background-pattern-gratis/" target="_blank">25 Situs Penyedia Background Pattern Gratis</a></li>
</ul>
<p>Segera download gambar pattern yang Anda rasa cocok untuk background website Anda melalui situs penyedia pattern gratis yang Anda sukai.</p>
<p>Selain tersedia dalam format Photoshop Pattern (.PAT), pattern gratis biasanya juga tersedia dalam format grafis digital, berupa .PNG, .JPG, atau .GIF yang umumnya berdimensi kecil. Khusus untuk background website, akan lebih praktis jika kita menggunakan pattern berformat grafis digital.</p>
<p><span id="more-68"></span></p>
<h4>CSS</h4>
<p>Jika Anda sudah membaca artikel MajalahWeb sebelumnya yaitu: <a href="http://majalahweb.com/2008/12/pengenalan-css/" target="_blank">Pengenalan CSS</a> dan <a href="http://majalahweb.com/2009/04/css-selector/" target="_blank">CSS Selector</a>, Anda pasti sudah tidak asing dengan penerapan CSS dalam web design.<br />
Setelah Anda mengupload file pattern (contoh nama file: <strong>pattern.png</strong>) di dalam folder <strong>images</strong> misalnya, atau mengupload di layanan penyimpan foto/grafis gratisan seperti <a href="http://photobucket.com/" target="_blank">Photobucket</a>, maka Anda dapat menentukan URL dari file pattern Anda ke dalam property background sbb.:</p>
<pre>body {
	background-image: url (images/pattern.png);
}</pre>
<p>atau jika Anda mengupload pattern ke account Photobucket, maka url pattern misalnya (sebagai contoh) akan menjadi sbb:</p>
<pre>body {
	 background-image:('http://1234.photobucket.com/gambar/pattern.png');
}</pre>
<h4>HTML</h4>
<p>Setelah menyiapkan code CSS, salin kode HTML berikut:</p>
<pre>&lt;html&gt;
&lt;head&gt;
&lt;title&gt;Menggunakan pattern sebagai background website&lt;/title&gt;
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="screen" href="stylesheet.css" /&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
    &lt;div id="container"&gt;
       &lt;p&gt;Paragraph Text&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<p>Untuk lebih jelasnya, lihat halaman <strong><a href="http://majalahweb.com/demo/pattern_demo/index.html" target="_blank">Demo</a></strong> dan Anda juga dapat mendownload <strong><a href="http://majalahweb.com/demo/pattern_demo/MajalahWeb-PatternDemoTutorial.zip">File Demo Tutorial</a></strong> untuk segera bereksperimen dengan berbagai pattern.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahweb.com/2011/12/menggunakan-pattern-sebagai-background-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CSS Selector</title>
		<link>http://majalahweb.com/2009/04/css-selector/</link>
		<comments>http://majalahweb.com/2009/04/css-selector/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 06:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permana Jayanta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahweb.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya tentang CSS Syntax disebutkan bahwa salah satu bagian CSS adalah selector. Pada CSS, terdapat 3 macam selector, yaitu ID, class, dan tag HTML. Selector ID diawali dengan tanda #, selector class diawali dengan tanda . (dot), sedangkan selector tag HTML tidak memerlukan tanda awalan apapun. Cukup dengan mengetikkan langsung nama tag HTMLnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya tentang CSS Syntax disebutkan bahwa salah satu bagian CSS adalah <strong>selector</strong>. Pada CSS, terdapat 3 macam selector, yaitu ID, class, dan tag HTML.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img title="CSS Selector" src="http://i264.photobucket.com/albums/ii162/mypermana/blog/cssselector.png" alt="Contoh kode CSS" width="400" height="250" /><p class="wp-caption-text">Contoh kode CSS</p></div>
<p>Selector ID diawali dengan tanda #, selector class diawali dengan tanda . (dot), sedangkan selector tag HTML tidak memerlukan tanda awalan apapun. Cukup dengan mengetikkan langsung nama tag HTMLnya. Pada tutorial ini akan dijelaskan semua hal yang berhubungan dengan CSS Selector.</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<h4>Selector Class</h4>
<p>Sebuah selector class dapat digunakan pada lebih dari satu tag HTML. Masukkan style CSS dalam selector class jika terdapat 2 atau lebih elemen/tag HTML yang bisa memiliki style yang sama dalam satu halaman.</p>
<p>Contoh kode selector class:</p>
<p>[code lang='css']<br />
.post{<br />
background-color:#cdcdcd;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Kode HTML untuk menggunakan selector class:</p>
<pre>&lt;div class="post"&gt; ... teks ... &lt;/div&gt;</pre>
<p>Class .post bisa digunakan lebih dari 1 kali pada sebuah halaman. Contoh nyatanya adalah blog-blog yang dibuat dengan WordPress (baik wordpress.com ataupun wordpress.org). Coba buka halaman awal <a title="Majalah Web" href="http://majalahweb.com" target="_blank">sebuah blog wordpress</a> dan lihat kode HTML halaman tersebut (pada Firefox: <strong>View &gt; Page</strong> <strong>Source</strong>). Kemudian cari kata (CTRL+F) <code>class="post"</code>, maka akan ditemukan lebih dari satu hasil pencarian.</p>
<h4>Selector ID</h4>
<p>Kebalikan dari selector class, selector ID hanya boleh digunakan sekali pada satu halaman.</p>
<p>Contoh kode selector ID:<br />
[code lang='css']<br />
#header{<br />
background-color:silver;<br />
padding:5px;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Kode HTML untuk menggunakan selector ID:</p>
<pre>&lt;div id="header"&gt; majalahweb.com &lt;/div&gt;</pre>
<p>Selector ID digunakan hanya untuk 1 elemen pada satu halaman web. Misalnya saja ID #header diatas hanya digunakan sekali karena dalam satu halaman web hanya ada 1 header.</p>
<p>Jika Anda seorang programmer, ID dalam HTML ibaratnya sebuah variabel dalam sebuah pemrograman. Jika dalam pemrograman tidak boleh ada 2 variabel yang memiliki nama yang sama dalam suatu blok kode, begitu juga dengan HTML yang tidak boleh ada elemen yang memiliki nama ID yang sama pada satu halaman web.</p>
<h4>Selector HTML</h4>
<p>Berbeda dengan selector ID dan selector class, selector HTML akan mempengaruhi tag HTML yang diberi style. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kodenya:<br />
[code lang='css']<br />
p {<br />
font-family: Arial;font-size:10pt;<br />
}<br />
[/code]<br />
Kode diatas akan membuat semua tag <code>&lt;p&gt;</code> (paragraf) agar ditampilkan menggunakan font Arial dengan ukuran 10pt (point). Jadi tidak perlu menambahkan atribut <code>id="nama_id"</code> ataupun atribut <code>class ="nama_class"</code> karena browser secara otomatis akan mencari tag yang akan diberi style.</p>
<h3>Bermain dengan selector</h3>
<p>Masih ada banyak cara untuk memanfaatkan selector pada CSS. Coba lihat beberapa contoh berikut:<br />
[code lang='css']<br />
#header p {<br />
font-family:Georgia;<br />
}<br />
h1.title {<br />
font-size:large;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Pada contoh pertama bisa berarti bahwa style tersebut akan berlaku pada semua tag &lt;p&gt; yang ada didalam ID #header. Contoh kode HTMLnya:</p>
<pre>&lt;div id="header"&gt;&lt;p&gt;teks teks&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<p>Sedangkan pada contoh kedua style akan berlaku pada semua tag h1 yang memiliki class title. Contoh kode HTMLnya:</p>
<pre>&lt;h1 class="title"&gt;Judul title&lt;/h1&gt;</pre>
<h3>Selector lainnya</h3>
<p>Sedikit melangkah ke tingkat lanjut, selain 3 selector utama diatas (yang lebih umum dipakai) masih terdapat beberapa macam selector, yaitu:</p>
<h4>Selector universal</h4>
<p>Universal selector yang dimaksud disini adalah selector yang menggunakan tanda *. Contoh kode CSS:<br />
[code lang='css']<br />
* {<br />
line-height:1.5em;<br />
}<br />
blockquote{<br />
font-family:Verdana;<br />
}<br />
blockquote * {<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Tanda * (asterisk) mengacu pada semua element. Jadi, pada blok kode yang pertama bisa berarti bahwa &#8220;<em>spasi antar baris pada semua elemen akan berukuran 1.5em</em>&#8220;.</p>
<p>Pada style yang kedua, potongan kode ini bisa berarti &#8220;<em>semua teks didalam blockquote akan ditampilkan dengan font Verdana</em>&#8220;. Sedangkan pada style yang ketiga, tanda * berada setelah selector HTML <code>blockquote</code>. Potongan kode ini bisa berarti &#8220;<em>semua teks pada elemen yang berada didalam blockquote akan ditampilkan dengan font Times New Roman</em>&#8220;. Untuk lebih jelas, berikut contoh penggunaan dalam kode HTML:</p>
<pre>&lt;blockquote&gt;Halo dunia &lt;span&gt;Ketikkan
sebuah kode&lt;/span&gt; halo dunia lagi.&lt;/blockquote&gt;</pre>
<p>Sesuai dengan kode HTML diatas, teks yang berada didalam tag &lt;span&gt; akan ditampilkan menggunakan font Times New Roman, sedangkan sisanya ditampilkan menggunakan font Verdana.</p>
<h4>Selector atribut</h4>
<p>Selector atribut memungkinkan kita untuk mengaplikasikan sebuah style pada elemen HTML tertentu dengan atribut tertentu.</p>
<p>Sebagai contoh, sebuah style hanya untuk diaplikasikan pada tag hyperlink (&lt;a&gt;) yang memiliki atribut href, jadi tag hyperlink yang tidak memiliki atribut href tidak akan mengikuti style yang sudah ditentukan. Contoh kodenya :<br />
[code lang='css']<br />
a[href] {<br />
color:green;<br />
}<br />
a[name] {<br />
color:red;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Berikut contoh dalam kode HTML:</p>
<pre>&lt;a href=http://majalahweb.com/halamancontoh.html&gt;Halaman contoh&lt;/a&gt;
&lt;a name="bab2"&gt;Bab 2&lt;/a&gt;</pre>
<p>Pada contoh tag hyperlink yang pertama, teks akan berwarna hijau, mengikuti style <code>a[href]</code>. Sedangkan pada tag hyperlink yang kedua, teks akan berwarna merah, mengikuti style <code>a[name]</code>.</p>
<h5>Selector atribut dengan pencocokan nilai atribut</h5>
<p>Selain itu, dengan selector atribut juga dimungkinkan untuk mengaplikasikan style pada suatu elemen HTML dengan <strong>nilai atribut </strong>tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kode CSS:<br />
[code lang='css']<br />
a[href="http://majalahweb.com"] {<br />
color:yellow;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Dan contoh kode HTML:</p>
<pre>&lt;a href=http://majalahweb.com&gt;Warna kuning&lt;/a&gt; &lt;a href=http://yahoo.com&gt;Entah warna apa&lt;/a&gt;</pre>
<p>Hasilnya adalah hanya hyperlink yang menuju ke majalahweb.com saja yang akan memiliki teks berwarna kuning.</p>
<h5>Selector atribut dengan mencocokkan sebagian nilai atribut</h5>
<p>Mengaplikasikan style CSS ke elemen HTML juga bisa dilakukan dengan melakukan pencocokan <strong>sebagian</strong> nilai dari atribut. Untuk lebih jelasnya, berikut kode CSSnya:<br />
[code lang='css']<br />
span[class~="error"] {<br />
background-color:red;<br />
}<br />
[/code]</p>
<p>Style CSS diatas akan diaplikasikan pada elemen <code>span</code> yang nama classnya memiliki kata error. Misalnya : <code>&lt;span class="error login"&gt; .. teks .. &lt;/span&gt;</code>, atau <code>&lt;span class="error register"&gt; .. teks .. &lt;/span&gt;.</code>.</p>
<h4>Selector pseudo-element</h4>
<p>Selector pseudo-element digunakan untuk menambahkan efek tertentu pada sebuah selector. Jika Anda bingung dengan istilah pseudo-element, jangan terlalu dipikirkan. Untuk sekarang terima dulu kata pseudo-element sebagai sebuah istilah dalam CSS. Syntax dari penggunaan pseudo-element adalah sebagai berikut:<br />
[code lang='css']<br />
selector:nama_pseudo-element {<br />
property:value;<br />
}<br />
[/code]<br />
Atau bisa juga dengan manambahkan nama class setelah nama selector, menjadi:</p>
<pre>selector.class:nama_pseudo-element {
    property:value;
}</pre>
<p>Berikut adalah beberapa nama pseudo-element:</p>
<ul>
<li>:first-line. Memberikan style tertentu pada baris pertama dalam sebuah teks.</li>
<li>:first-letter. Memberikan style tertentu pada huruf pertama pada sebuah teks.</li>
<li>:before. Menambahkan sebuah content sebelum nama elemen yang dijadikan selector.</li>
<li>:after. Menambahkan sebuah content sesudah nama elemen yang dijadikan selector.</li>
</ul>
<p>Pseudo-element :before dan :after tidak bekerja pada browser Internet Explorer (sewaktu tutorial ini dicoba menggunakan Internet Explorer 6 ). Berikut contoh style CSS yang menggunakan pseudo-element:</p>
<pre>p:first-line{
    text-transform:uppercase;
}</pre>
<p>Kode HTML:</p>
<p>&lt;p&gt;Ini adalah elemen paragraf yang menggunakan pseudo-element.&lt;/p&gt;</p>
<p>Pada contoh diatas, browser akan menampilkan baris pertama dengan huruf besar. Jika ukuran browser Anda lebar dan menampilkan semua teks dalam satu baris, maka semua teks akan ditampilkan huruf besar. Untuk melihat efek dari style CSS diatas, coba resize ukuran browser menjadi lebih sempit sehingga teks pada paragraf tersebut dipisah menjadi 2 baris.</p>
<p>Beberapa yang perlu diingat, pseudo-element :first-line hanya bisa diaplikasikan pada element yang bersifat block-level. Pada tutorial berikutnya akan saya jelaskan apa itu block-level element. Beberapa properties yang bisa diaplikasikan pada pseudo-element :first-line adalah sebagai berikut: font, color, background, word-spacing, letter-spacing, text-decoration, vertical-align, text-transform, line-height, clear.</p>
<p>Contoh berikutnya adalah pseudo-element menggunakan :first-letter:<br />
[code lang='css']<br />
p:first-letter{<br />
font-size:16pt;<br />
}<br />
[/code]<br />
Style CSS diatas akan menampilkan huruf pertama dari sebuah paragraf dengan ukuran 16 point.<br />
[code lang='css']<br />
div.feed:before{<br />
content:url(feed-icon.png);<br />
}<br />
div.feed:after{<br />
content:url(feed-icon.png);<br />
}<br />
[/code]<br />
Style diatas akan diaplikasikan pada kode HTML seperti dibawah ini:</p>
<p>&lt;div class=&#8221;feed&#8221;&gt;Berlangganan feed&lt;/div&gt;</p>
<p>Hasilnya adalah sebuah teks &#8220;Berlangganan feed&#8221; dimana sebelum (:before) dan sesudah (:after) teks tersebut akan ditambahkan gambar feed-icon.png. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, :before dan :after tidak akan bekerja pada browser Internet Explorer (saat dicoba versi 6).</p>
<p>Sumber penjelasan tentang pseudo-element:</p>
<ul>
<li><a style="text-decoration: line-through;" title="Artikel tentang CSS Pseudo-element di w3schools.com" rel="nofollow" href="http://www.w3schools.com/CSS/CSS_pseudo_elements.asp" target="_blank">CSS pseudo-element</a></li>
<li><a style="text-decoration: line-through;" title="Penjelasan tentang CSS pseudo-elemen di about.com" rel="nofollow" href="http://webdesign.about.com/od/cssselectors/qt/cssselpseudoele.htm" target="_blank">What is CSS pseudo-element?</a></li>
</ul>
<h4>Selector pseudo-class</h4>
<p>Syntax dari pseudo-class sama dengan syntax pseudo-element, yaitu:<br />
[code lang='css']<br />
selector:nama_pseudo-class {<br />
property:value;<br />
}<br />
[/code]<br />
Atau bisa juga:<br />
[code lang='css']selector.class:nama_pseudo-class {<br />
property:value;<br />
}<br />
[/code]<br />
Berikut beberapa nama-nama pseudo-class:</p>
<ul>
<li>:link. Memberikan style pada link yang belum dikunjungi.</li>
<li>:visited. Memberikan style pada link yang telah dikunjungi.</li>
<li>:hover. Memberikan style pada elemen yang disorot oleh pointer/mouse.</li>
<li>:active. Memberikan style pada elemen yang berada pada keadaan diaktifkan.</li>
<li>:focus. Memberikan style pada elemen ketika elemen tersebut menerima focus.</li>
<li>:first-child. Memberikan style pada elemen anak pertama pada dari elemen lainnya.</li>
<li>:lang. Menentukan bahasa yang digunakan pada elemen tersebut.</li>
</ul>
<h5>Bermain dengan link</h5>
<p>Dengan pseudo-class :link, :visited, :hover, dan :active, kita bisa menambahkan efek pada sebuah link. Misalkan ada sebuah kode CSS seperti berikut:<br />
[code lang='css']<br />
a:link{<br />
color:orange;<br />
}<br />
a:visited{<br />
font-style:italic;<br />
}<br />
a:hover{<br />
font-weight:bold;<br />
}<br />
a:active{<br />
color:blue;<br />
}<br />
[/code]<br />
Style diatas akan diaplikasikan pada sebuah link dengan kode HTML sebagai berikut:</p>
<pre>&lt;a href="http://www.google.com"&gt;Google&lt;/a&gt;</pre>
<p>Maka, link tersebut secara default akan memiliki warna oranye, saat di-hover (disorot dengan pointer/mouse) font akan ditampilkan menjadi cetak tebal, saat di-klik sekilas akan berubah menjadi warna biru, dan setelah link tersebut dikunjungi akan berubah warnanya menjadi warna merah.</p>
<h5>pseudo-class lainnya</h5>
<p>Contoh kode CSS:</p>
<pre>span:first-child{
    font-weight:bold;
}</pre>
<p>Contoh kode HTML:</p>
<pre>&lt;body&gt;&lt;span&gt;Teks pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Teks kedua&lt;/span&gt;&lt;/body&gt;</pre>
<p>Pada contoh diatas, kata &#8220;Teks pertama&#8221; akan dicetak tebal sesuai dengan style yang sudah dibuat. Sedangkan kata &#8220;Teks kedua&#8221; tidak akan dicetak tebal karena tidak cocok dengan selector yang telah didefinisikan, dimana selector hanya mengaplikasikan style pada elemen span pertama pada sebuah elemen (dalam hal ini elemen body).</p>
<p>Contoh kedua penggunakan pseudo-class :first-child. Berikut contoh kode CSS:</p>
<pre>p &gt; span:first-child{
    font-style:italic;
}</pre>
<p>Contoh kode HTML:</p>
<pre>&lt;p&gt;&lt;span&gt;Teks pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Teks kedua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</pre>
<p>Pada contoh diatas, Teks pertama akan diberi style karena sesuai dengan selector yang sudah ditentukan. Dimana pada style CSS, selector yang diberi style adalah &#8220;<em>elemen span pertama didalam elemen p (paragraf)</em>&#8220;. Tanda &gt; (kurang dari) berarti elemen berikutnya adalah elemen didalamnya.</p>
<h4>Selector child</h4>
<p>Yang dimaksud dengan selector child disini mengacu pada elemen anak. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kodenya:</p>
<pre>div&gt;p {
    ... kode css ...
}</pre>
<p>Kode CSS diatas akan berlaku pada elemen HTML seperti berikut:</p>
<pre>&lt;div&gt;&lt;p&gt;teks dalam paragraf&lt;/p&gt;&lt;span&gt;teks dalam span&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<p>Contoh kedua:</p>
<pre>div ol&gt;li p {
    ... kode css ...
}</pre>
<p>Kode CSS diatas akan berlaku pada elemen HTML seperti berikut:</p>
<pre>&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;teks dalam paragraf dan dalam list item&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;teks dalam list item&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<h4>Selector sibling</h4>
<p>Yang dimaksud selector sibling disini adalah elemen yang berada setelah elemen saat ini dan berada pada level yang sama.</p>
<p>Contoh sibling:</p>
<pre>&lt;div&gt;&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<p>h2 adalah sibling dari h1 karena h2 berada setelah (disebelah kanan) h1. Dimana h1 dan h2 berada pada level yang sama. Maksud dari level yang sama adalah h1 dan h2 memiliki elemen induk yang sama (div).</p>
<p>Contoh penggunaan dalam CSS:</p>
<pre>h1 + h2 { ... kode css ..}</pre>
<h3>Meningkatkan pengetahuan tentang CSS</h3>
<p>Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang CSS adalah dengan melihat bagaimana orang lain (yang lebih berpengalaman tentunya) menyusun kode CSS mereka. Saran saya, jika Anda serius mempelajari CSS dan kebetulan menggunakan browser Firefox, maka segera install add-on <a style="text-decoration: line-through;" title="Add-ons Web Developer" rel="nofollow" href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/60" target="_blank">Web Developer</a>. Karena dengan tambahan add-on Web Developer maka Anda bisa melihat kode CSS suatu halaman dengan hanya menekan klik kanan <strong>Web Developer &gt; CSS &gt; View CSS</strong> (CTRL+SHIFT+C). Tentunya tidak hanya dilihat, tapi juga kode CSS tersebut dipelajari.</p>
<h3>Download file latihan</h3>
<p>Jika malas mengetikkan kode atau mengalami kesulitan saat mencoba, Anda bisa <a style="text-decoration: line-through;" title="File latihan CSS Selector" rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4151978/CSSSelector.zip" target="_blank">download file latihan</a> css selector.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahweb.com/2009/04/css-selector/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CSS Syntax</title>
		<link>http://majalahweb.com/2008/12/css-syntax/</link>
		<comments>http://majalahweb.com/2008/12/css-syntax/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 19:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permana Jayanta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Syntax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahweb.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Syntax bisa diartikan sebagai bentuk kode. Jadi Syntax CSS bisa berarti bentuk kode CSS. Kode CSS berbeda dengan kode HTML. Kode CSS tidaklah sulit. Kode CSS hanya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu selector, property, dan value. selector { property : value; } Selector adalah elemen HTML yang akan diberikan style. Property adalah atribut dari suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syntax bisa diartikan sebagai bentuk kode. Jadi Syntax CSS bisa berarti bentuk kode CSS. Kode CSS berbeda dengan kode HTML. Kode CSS tidaklah sulit.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 403px"><img title="Contoh Syntax CSS" src="http://i115.photobucket.com/albums/n296/engtechwp/screenshots/css_syntax_example.png" alt="Contoh syntax CSS. Image from photobucket" width="393" height="286" /><p class="wp-caption-text">Contoh syntax CSS. Image from photobucket</p></div>
<p>Kode CSS hanya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu selector, property, dan value.</p>
<pre>selector {
    property : value;
}</pre>
<p><strong>Selector</strong> adalah elemen HTML yang akan diberikan style. <strong>Property</strong> adalah atribut dari suatu elemen HTML yang ingin anda tentukan stylenya, sedangkan <strong>Value</strong> adalah nilai dari atribut tersebut. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut contoh kodenya:</p>
<pre>body {
    background-color:#cccccc;
    font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
}</pre>
<p>Kode CSS diatas bisa berarti elemen body (tag <code>&lt;body&gt;</code>) akan ditampilkan dengan warna background abu-abu (#cccccc adalah kode warna untuk abu-abu), dan pada perintah berikutnya kita menentukan agar elemen body menggunakan font Calibri. Jika font Calibri tidak ada pada komputer user, maka gunakan font Verdana, begitu seterusnya. Penulisan font Calibri menggunakan petik dua adalah karena font Calibri bukan merupakan font standart dalam CSS. Font yang tidak standart dalam CSS sebaiknya diberi tanda petik dua. Font yang namanya terdiri lebih dari satu kata juga harus diberikan tanda petik, misal &#8220;Times New Roman&#8221;.</p>
<p><span id="more-39"></span></p>
<h4>Inheritance/Pewarisan</h4>
<p>Maksud dari <em>Interitance</em> pada CSS adalah begitu kita memberikan style pada elemen body, maka elemen yang didalamnya akan mengikuti style dari elemen body kecuali elemen tersebut diberi style tertentu.</p>
<p>Misalnya saja ada file html seperti berikut :</p>
<pre>&lt;html&gt;
&lt;head&gt;
&lt;title&gt;Latihan syntax CSS&lt;/title&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
    body {
        background-color:#cccccc;
        font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
    }
&lt;/style&gt;&lt;head&gt;
&lt;body&gt;
    &lt;h1&gt;Halo apa kabar&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;paragraf halo apa kabar&lt;/p&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<p>Dari contoh kode diatas, kita memberikan style pada elemen body (tag <code>&lt;body&gt;</code>). Dengan begini, maka tag-tag HTML yang ada diantara <code>&lt;body&gt;</code> dan <code>&lt;/body&gt;</code> (tag <code>&lt;h1&gt;</code> dan tag <code>&lt;p&gt;</code>) akan mengikuti style <code>&lt;body&gt;</code>, yaitu memiliki warna latar abu-abu dan menggunakan font Calibri. Agar heading (tag h1) memiliki style yang berbeda, misalnya saja heading menggunakan font Times New Roman, maka harus dibuatkan style lagi khusus untuk heading. Berikut contoh kodenya:</p>
<pre>&lt;html&gt;
&lt;head&gt;
&lt;title&gt;Latihan syntax CSS&lt;/title&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
    body {
        background-color:#cccccc;
        font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
    }
    h1 {
        font-family: "Times New Roman";
    }
&lt;/style&gt;&lt;head&gt;
&lt;body&gt;
    &lt;h1&gt;Halo apa kabar&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;paragraf halo apa kabar&lt;/p&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<p>Pada contoh diatas, ditambahkan style baru untuk elemen heading 1. Dengan begini, heading akan memiliki font Times New Roman, tidak lagi mengikuti style dari elemen induxnya (body).</p>
<p>Walaupun begitu, ada beberapa property pada CSS yang tidak akan di-warisi oleh elemen didalamnya, misalnya saja property margin seperti pada kode dibawah:</p>
<pre>body {margin:20px}</pre>
<p>Misalnya kita menambahkan property margin pada style body, maka heading 1 dan paragraf tidak akan memiliki margin sebanyak 20px, hanya elemen body saja.</p>
<h4>Kombinasi Selector</h4>
<p>Untuk menghindari pengetikan ulang style CSS, elemen HTML yang memiliki style yang sama bisa menggunakan selector yang sama dengan cara menambahkan nama elemen dan dipisahkan dengan tanda koma, contohnya :</p>
<pre>h1, h2, h3, h4, h5, h6 {
     color: #009900;
     font-family: Georgia, sans-serif;
}</pre>
<p>Pada contoh diatas, heading 1, heading 2, sampai heading 6 diset menggunakan style yang sama.</p>
<h4>Memberikan Komentar pada CSS</h4>
<p>Untuk memberikan komentar pada kode CSS, dimulai dengan tanda <strong>/*</strong> dan diakhiri dengan tanda <strong>*/</strong>. Contohnya saja:</p>
<pre>/* Ini adalah komentar */</pre>
<p>Komentar pada CSS tidak akan diproses oleh browser. Komentar berguna untuk mengetikkan sesuatu pada file CSS tapi Anda tidak ingin teks tersebut diproses.</p>
<p>Seperti halnya mempelajari HTML, mempelajari CSS juga bukan merupakan hal yang sulit. HTML dan CSS bukan bahasa pemrograman karena tidak terdapat percabangan (if &#8230; else &#8230; then) ataupun perulangan ( for, while, do), jadi CSS bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari, hanya perlu banyak latihan. Jika Anda belum terlalu jelas apa itu CS, silahkan lihat <a title="Pengenalan CSS" href="http://majalahweb.com/pengenalan-css/" target="_self">Pengenalan CSS</a>.</p>
<p>sumber: <a title="CSS Basic Syntax" rel="nofollow" href="http://www.cssbasics.com/chapter_2_css_syntax.html" target="_blank">CSS Basic</a>, <a title="W3Schools CSS Syntax" rel="nofollow" href="http://w3schools.com/css/css_syntax.asp" target="_blank">W3Schools</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahweb.com/2008/12/css-syntax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan CSS</title>
		<link>http://majalahweb.com/2008/12/pengenalan-css/</link>
		<comments>http://majalahweb.com/2008/12/pengenalan-css/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 17:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Permana Jayanta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Pengenalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahweb.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[CSS Merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet. Dengan CSS, Anda bisa memisahkan antara desain tampilan website dengan konten/isi website. HTML/xHTML sebenernya digunakan untuk memberi tahu browser bagaimana sebuah tag HTML ditampilkan di browser. Misalnya saja tag HTML &#60;i&#62;Teks miring&#60;/i&#62;, tag tersebut sama artinya dengan &#8220;Halo web browser, teks ini tolong dicetak miring&#8221;. Dengan begitu, web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><abbr title="Cascading Style Sheet">CSS</abbr> Merupakan singkatan dari <em>Cascading Style Sheet</em>. Dengan CSS, Anda bisa memisahkan antara desain tampilan website dengan konten/isi website.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img title="CSS" src="http://i264.photobucket.com/albums/ii162/mypermana/blog/main.png" alt="Cascading StyleSheet" width="400" height="255" /><p class="wp-caption-text">Cascading StyleSheet. Image from Adobe Design Center</p></div>
<p>HTML/xHTML sebenernya digunakan untuk memberi tahu browser bagaimana sebuah tag HTML ditampilkan di browser. Misalnya saja tag HTML <code>&lt;i&gt;Teks miring&lt;/i&gt;</code>, tag tersebut sama artinya dengan &#8220;Halo web browser, teks ini tolong dicetak miring&#8221;. Dengan begitu, web browser yang Anda gunakan akan menampilkan teks secara miring(italic). Contoh lainnya, tag HTML <code>&lt;b&gt;halo semua&lt;/b&gt;</code>, sama artinya dengan &#8220;Browser, tolong teks halo,semua ditampilkan dengan cetak tebal&#8221; yang selanjutnya web browser akan menampilkannya dengan cetak tebal.</p>
<p>Tapi bagaimana jika Anda ingin menampilkan teks tersebut agar tampil dengan teks yang miring dan bercetak tebal? Jika menggunakan HTML, solusinya adalah menuliskan tag HTML sebagai berikut :</p>
<pre>&lt;i&gt;&lt;b&gt;teks ini blod dan italic&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</pre>
<p>Yup, masalah selesai dengan tag tersebut. Tapi bagaimana jika Anda memiliki banyak teks yang harus dicetak tebal sekaligus miring? Apakah dengan menuliskan tag HTML seperti contoh diatas? Bisa saja tapi sangat tidak direkomandasikan dan tidak ada orang yang melakukan hal seperti itu. Selain karena harus mengetikkan berulang-ulang, juga akan memperbesar ukuran file HTML. Solusi untuk permasalahan diatas adalah dengan menggunakan CSS.</p>
<p><span id="more-36"></span></p>
<p>CSS sebenarnya berguna untuk memberikan perintah tambahan terhadap web browser agar suatu teks/elemen HTML bisa ditampilkan dengan tampilan tertentu sesuai yang dideskripsikan pada perintah stylesheet. Intinya, CSS berfungsi untuk memberikan <strong>style</strong> pada suatu tag/elemen HTML.</p>
<p>Ada 3 cara dimana kita bisa meletakkan kode CSS, yaitu:</p>
<h4>Internal StyleSheet</h4>
<p>Internal StyleSheet adalah sebutan kalau kita meletakkan kode CSS di bagian head sebuah file HTML. Atau dengan kata lain, kita meletakkan kode CSS diantara tag <code>&lt;head&gt;</code> dan tag <code>&lt;/head&gt;</code>. Formatnya bisa seperti contoh dibawah:</p>
<pre>&lt;head
&lt;style type="text/css"&gt;
.. letak kode css ..
&lt;/style&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;</pre>
<p>Dengan meletakkan kode CSS pada bagian head, berarti halaman HTML yang Anda buat akan mengandung kode CSS. Cara ini bagus jika Anda hanya perlu untuk memberikan style pada halaman HTML itu saja. Jika Anda ingin agar tiap halaman HTML memiliki style yang berbeda-beda, Anda bisa menggunakan cara ini.</p>
<h4>Inline Style</h4>
<p>Inline Style berbeda dengan Internal StyleSheet. Jika Internal StyleSheet berarti Anda meletakkan kode CSS <strong>pada file HTML</strong> (bagian head), maka Inline Style berarti Anda meletakkan kode CSS <strong>pada elemen HTML</strong>. Untuk lebih memberikan gambaran seperti apa Inline Style, berikut adalah contoh kodenya:</p>
<pre>&lt;p style="color:#ff0000;"&gt;teks warna merah &lt;/p&gt;</pre>
<p>Hasil dari kode diatas adalah:</p>
<p style="color: #ff0000">teks warna merah</p>
<p>Seperti yang bisa Anda lihat, disini kode CSS diletakkan langsung pada elemen paragraf (tag <code>&lt;p&gt;</code>), dengan menambahkan atribut style dan mengetikkan kode CSS. Cara ini bagus jika Anda ingin suatu elemen memiliki tampilan yang berbeda. Misalnya saja Anda ingin ada teks yang berwarna merah dan ada teks yang berwarna biru.</p>
<h4>External StyleSheet</h4>
<p>External StyleSheet adalah peletakkan kode CSS pada file yang berbeda. Dimana nantinya Anda akan membuat sebuah file khusus yang berekstensi .css dimana nantinya kode-kode CSS akan diletakkan pada file tersebut. Setelah kode CSS diketikkan pada file tersebut, Anda bisa menghubungkan file CSS dengan file HTML yang Anda buat dengan mengetikkan perintah:</p>
<pre>&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="letak file .css" /&gt;</pre>
<p>Perintah diatas diketikkan pada bagian head. Atau dengan cara kedua seperti berikut ini:</p>
<pre>&lt;style type="text/css"&gt;
@import url(letak file .css)
&lt;/style&gt;</pre>
<p>Dengan menggunakan Eksternal StyleSheet, maka file HTML akan terhubung dengan file CSS. Jika Anda perlu untuk mengubah suatu style, cukup dengna mengubah kode CSS pada file .css. Ada beberapa alasan mengapa cara ini dianjurkan:</p>
<ul>
<li>Maintenance kode CSS lebih mudah</li>
<li>Mengurangi ukuran file HTML, karena kode CSS diletakkan pada file yang berbeda</li>
<li>Dapat menghemat bandwidth</li>
</ul>
<h3>Yang mana yang lebih baik ?</h3>
<p>Dengan banyaknya cara untuk meletakkan kode CSS Anda mungkin bertanya cara yang mana yang sebaiknya dipilih? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan. Tapi saya sendiri lebih menyukai menggunakan External StyleSheet karena beberapa alasan yang sudah disebutkan tadi.</p>
<h4>Bagaimana jika ketiga cara diatas digabungkan?</h4>
<p>Jika ketiga cara diatas digabungkan atau jika Anda menggunakan 2 cara, maka web browser akan membuat style baru hasil dari penggabungan style tersebut dengan prioritas pertama ada pada Inline Style, kedua adalah Inline StyleSheet dan terakhir adalah External StyleSheet.</p>
<p>Maksud dari prioritas disini adalah jika pada External StyleSheet anda mengetikkan kode CSS untuk menampilkan teks warna merah, sedangkan di Internal StyleSheet Anda mengetikkan kode CSS untuk menampilkan teks warna biru, maka hasil yang tampil adalah teks warna biru akan prioritas Internal StyleSheet lebih diutamakan daripada External StyleSheet.</p>
<h4>Tampilan berbeda di tiap web browser</h4>
<p>Semakin Anda mendalami CSS maka Anda akan semakin sadar bahwa setiap browser mempunyai cara berbeda dalam menterjemahkan kode CSS. Inilah yang membuat sedikit kerja keras bagi para web designer untuk membuat tampilan sebuah halaman bisa tampil sama pada browser yang berbeda.</p>
<p>Pada artikel berikutnya saya akan membahas tentang Syntax CSS. Syntax CSS adalah bentuk kode CSS. Untuk mendapatkan update terbaru, jangan lupa untuk berlangganan via <a title="Majalah Web RSS Feed" href="http://majalahweb.com/feed/" target="_blank">feed</a>. Jika ada pertanyaan silahkan ditanyakan via komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahweb.com/2008/12/pengenalan-css/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

